Penguasaan Bahasa Asing Merupakan Keharusan

Oleh : NUMESA 18 Juni 2012 Pemerintahan    Tidak ada komentar


SAMARINDA- Kepala Bidang Teknis dan Fungsional Badan Diklat Provinsi Kaltim, La Baresi, SH, M.Kes menyatakan bahwa pengusaan bahasa asing di era globalisasi ini merupakan suatu keharusan bagi setiap individu, hal ini diperlukan dalam upaya  mengembangkan kemampuan dan daya saing dalam semua bentuk kegiatan.
 
Kemampuan pengusaan terhadap bahasa asing terutama bahasa Inggris itu juga harus dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan pengayom dan pemberi pelayanan kepada masyarakat.

 
Terkait dengan itu, maka pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu bentuk kegiatan peningkatan kompetensi, termasuk merupakan bagian integral dalam manajemen sumberdaya manusia, diharapkan dapat memainkan peranan yang sangat krusial.

 
Melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris bimbingan Test of English as Foreign Language (Toefl), diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang andal dan memiliki kompetesi tertentu, sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai global language (bahasa global) yang dipakai dalam hubungan internasional.

 
Test of English as Foreign Language adalah test yang menguji kemampuan bahasa Inggris seseorang, terutama dalam ranah akademis dan dipakai dalam menguji standar dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

 
Dalam perkembangan terakhir, tidak hanya calon mahasiswa S-2 atau S-3 yang diisyaratkan memiliki skor Toefl Test, tetapi juga calon mahasiswa S-1 di kampus-kampus tertentu.

 
Bahkan skor Toefl sudah merambah dunia luar kampus, seperti di lingkungan instansi tertentu, dengan tuntutan skor yang variatif sejalan dengan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara No: 541/XIII/10/6/2001 tentang pedoman akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat IV.

 
Kemudian Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 540/XIII/10/6/2001 tentang pedoman penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat III dan Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 599/XIII/10/6/2001 tentang pedoman akreditasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat II.

 
Dalam Pengembangan SDM aparatur yang sesuai dengan kemampuan dan jenjang jabatan yang dimiliki, Diklat Toefl dilaksanakan berdasar skor terendah yang telah ditetapkan, dalam hal ini penguasaan grammar sangat berperan dalam mencapai nilai sempurna.

 
Hal ini yang menjadi penghambat peserta dalam mengerjakan section structure dan written expression (terhadapa cara penulisan) dan pemahaman dalam mengerjakan dua section reading cmprehensions.

 
Sebaliknya, hal ini akan mengakibatkan inefisiensi biaya yang cukup tinggi dalam pengembangan pegawai, terutama dalam mendukung terwujudnya SDM yang profesional dalam menunjang tugas sebagai pegawai negeri.

 
Demikian pula halnya dengan sumber daya aparatur pemerintah, tidak lepas dari persoalan kesenjangan kemampuan yang dimilikinya dalam mengemban tugas atau jabatan dalam birokrasi, hal ini memerlukan upaya peningkatan kompetensi yang memenuhi syarat.

 
Kualitas aparatur pemerintah tidak mungkin akan meningkat dengan sendirinya, tanpa adanya upaya konkret untuk meningkatkan kualitas aparatur pemerintah agar benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dengan profesional. (gan)

Tidak ada Komentar

Kirim Komentar