Kaltim Sudah Persiapkan Kelola SDA Terbarukan

Oleh : NUMESA 31 Juli 2013 Pemerintahan    Tidak ada komentar


Kaltim Sudah Persiapkan Kelola SDA Terbarukan

BALIKPAPAN- Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Susilo Suswoutomo meminta pemerintah daerah agar tidak mengesploitasi pertambangan baik migas maupun batu bara dikelola besar-besaran.

“Pertambangan mineral dan batu bara jangan dikelola besar-besaran karena komoditi ini merupakan jenis sumberdaya alam (SDA) yang tidak terbarukan, kita harus ramah dalam mengelolanya dan melihat jangka panjang,” kata Wamen ESDM saat menjadi pembicara kunci dalam Kaltim Summit II 2013 di Balikpapan, Selasa. 

Terkait dengan itu, dia menilai Pemprov Kaltim sudah bagus karena mulai membatasi izin tambang dan pengelolaan pertambangan mineral, bahkan Kaltim sudah menyiapkan diri dengan menggenjot SDA terbarukan yang berbasis pertanian dalam arti luas dan sektor lainnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Kaltim Summit ini sangat bagus karena untuk membangun rasa kebersamaan semua komponen masyarakat, terutama dalam membangun Kaltim yang lebih baik di masa mendatang.

Khusus bidang ESDM, kebijakan transformasi ini sejalan dengan kebijakan nasional yang berencana mengurangi ketergantungan terhadap migas dan batubara.

Saat ini, lanjutnya, kebutuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saja di Indonesia mencapai 1,4 juta barel per hari, sehingga harus mulai dikurangi karena tidak sebanding dengan produksi nasional yang hanya 840 juta barel per hari, akibatnya negara harus impor. 

Dia mengatakan bahwa Bangsa Indonesia tidak ingin nasib migas dan batu bara sama seperti era kejayaan sektor kehutanan yang hanya tinggal cerita bagi anak cucu, sehingga pengalaman buruk itu jangan terulang di sektor tambang.

Menurutnya, kebijakan penyusunan RPJMD Kaltim 2014 - 2018 dan jangka panjang RPJPJ Kaltim 2010 - 2030 melalui forum multi stakeholder Kaltim Summit II 2013 yang menitikberatkan persiapan transformasi ekonomi pasca migas dan batu bara, merupakan persiapan terhadap kondisi terburuk bagi Kaltim.

Pemprov Kaltim dinilai sudah mempersiapkan diri saat SDA tidak terbarukan benar-benar habis. Program ini merupakan gagasan bagus, karena jika kondisi terburuknya benar-benar habis, maka Kaltim sudah memiliki persiapan menghadapinya.

Terlebih dalam perencanaan pembangunan, Kaltim mengarahkan kebijakan pembangunannya menjadi green economic growth (pertumbuhan ekonomi hijau) dalam mempersiapkan transformasi ekonomi Kaltim.

"Pemerintah pusat menyambut baik kebijakan seperti ini. Jika ini terwujud, maka akan dapat meringankan tugas pemerintah dalam membangun dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya. (gan).

Tidak ada Komentar

Kirim Komentar